Thursday, November 22, 2007

BLOG KAMI PINDAH

BLOG KAMI PINDAH ke
http://ikanbelimbing.wordpress.com/

Thursday, September 13, 2007

Nonton Bareng Liga Inggris


Bingung mau nonton Liga Inggris dimana?
Datang dan kunjungi Warung Ikan Kuah Belimbing kalau begitu. Setiap akhir pekan kita mengadakan Nonton Bareng Liga Inggris, dijamin seru banget!

Jadwal Nonton Bareng akhir pekan ini:

Everton vs MU Sabtu 15 September 2007 pukul 18.55
Totenham vs Arsenal Sabtu 15 September 2007 pukul 21.00

Tuesday, September 11, 2007

Menu Mantap: Kare Rajungan

Dikutip dari majalah Reps edisi 25/2007

Rajungan yang bernama latin Portunus Pelagicus, merupakan jenis kepiting yang sangat populer dimanfaatkan sebagai sumber pangan dengan harga yang cukup mahal. Rajungan merupakan kepiting yang memiliki habitat alami hanya di laut. Rajungan juga memiliki beberapa keunggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa keunggulan, pemanfaatan, dan potensi rajungan.

Nilai Gizi
Daging kepiting dan rajungan mempunyai nilai gizi tinggi. Kandungan protein rajungan lebih tinggi daripada kepiting. Kandugan karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1. Rata-rata per 100 gram daging kepiting dan rajungan berturut-turut sebesar 14,1 gram, 210 mg, 1,1 mg, 200 SI, dan 0,05 mg/100 g.

Keunggulan nilai gizi rajungan adalah kandungan proteinnya yang cukup besar, yaitu sekitar 16-17 g/100 g daging. Angka tersebut membuktikan bahwa rajungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein yang cukup baik dan sangat potensial. Hasil penelitian dapat ditarik, setelah membandingkan kandungan protein rajungan dengan sumber-sumber pangan hewani lainnya, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur. Kandungan protein daging ayam, daging sapi, dan telur per 100 gramnya berturut-turut 20,6 g; 18,2 g; dan 11,8 g.

Keunggulan lain adalah kandungan lemak rajungan yang sangat rendah. Hal ini tentu saja merupakan kabar sangat baik bagi konsumen yang memang membatasi konsumsi pangan berlemak tinggi. Kandungan lemak rendah dapat berarti kandungan lemak jenuh yang rendah pula, demikian sama halnya pula dengan kandungan kolestrol.

Penilaian mutu
Penilaian mutu rajungan dapat dilakukan secara subjektif dan objektif. Penilaian subjektif yang umum disebut juga sebagai penilaian organoleptik, menggunakan panca indra pengamat untuk menilai faktor-faktor mutu yang umumnya dikelompokkan atas penampakkan, aroma, cita rasa, dan tekstur. Sifat organoleptik sangat erat kaitannya dengan sifat fisik rajungan, terutama dalam menentukan kesegarannya.

Rajungan yang masih segar memiliki penampakan yang bersih, tidak beraroma busuk, dagingnya putih mengandung lemak berwarna kuning, dan bebas dari bahan pengawet. Daging rajungan yang mulai membusuk terlihat dari warna kulitnya yang pucat, terbuka dan merenggang, daging pun mengering, dan tak terdapat lagi cairan clalam kulit, warna daging berubah kehitam-hitaman dan berbau busuk.

Rajungan yang kopong atau memiliki badan yang tidak berisi dapat diketahui dari menekan bagian dada rajungan. Bila lunak berarti daging rajungan tersebut memang tidak padat. Rajungan yang berkulit lunak memiliki ciri khas, yaitu seluruh tubuhnya lunak. Kesegaran rajungan dapat dilihat dari bagian dada, warna daging di antara ruas-ruas kaki dan capit, membuka karapas dan melihat kondisi telur, insang dan lemi(lemak dari rajungan). Bila rajungan tidak segar, bagian dada dan insang berwarna hitam, sedangkan telur dan lemi terlihat mencair dan berlendir.

Aneka manfaat dari rajungan
Air rebusan dan kandungan kitin, diperkirakan bisa mencapai 24.000 liter per bulan. Air bekas rebusan rajungan ini cukup potensial untuk dijadikan bahan dasar untuk pembuatan kerupuk kepiting. Kitosan dapat pula dimanfaatkan sebagai penyerap yang efektif terhadap zat-zat yang tidak diinginkan, seperti tanin pada kopi.

Selain itu, kitin dan kitosan juga berfungsi sebagai bahan fungsional untuk proses penjernihan air. Seperti lensa kontak, baik hard lens maupun soft lens, dapat dibuat dari polimer kitin yang memiliki permeabilitas yang tinggi terhadap oksigen. Kitin dan kitosan banyak dipergunakan sebagai bahan pembungkus kapsul, karena mampu terdegradasi secara berangsur dan melepaskan obat dengan dosis yang terkontrol.

Beberapa turunan kitosan juga telah ditemukan memiliki sifat antibakteri dan antikoagulan darah. Kemampuan lain dari kitin adalah dalam hal penggunaan sel-sel leukemia, sehingga dapat berfungsi sebagai antitumor. Kitosan juga mulai diusulkan sebagai bahan pembuat ginjal buatan. Kitin juga ditemukan memiliki sifat antikolestrol.

Thursday, August 30, 2007

Daftar Harga Menu

Menu Spesial Ende Flores (Semua dengan Nasi)

Ikan Kuah Belimbing + Bunga Pepaya Rp. 20.000

Ikan Bakar Ende Flores + Sayur Rp. 17.000

Ayam Bumbu Rendata’pa + Sayur Rp. 15.000

Ayam Bakar Ende Flores + Sayur Rp. 15.000

Kare Rajungan Rp. 25.000


Menu Tambahan


Kare Rajungan. Satu menu baru yang coba ditampilkan oleh Warung Ikan Kuah Belimbing dengan bahan dasarnya rajungan. Proses pembuatannya, rajungan direbus dengan menggunakan jahe, bawang putih, dan air jeruk untuk menghilangkan bau amis dan anyirnya. Setelah itu rajungan dicampur dengan bumbu kare.


Bunga Pepaya adalah masakan khas Flores yang menggunakan bunga pepaya sebagai bahan dasarnya. Bunga pepaya ditumis bersama dengan ikan teri medan.

Ayam Bumbu Rendatapa dan Ayam Bakar Ende Flores


Ayam Bumbu Rendatapa adalah makanan khas Ende, Flores. Cara membuatnya, ayam dimasukan kedalam tumisan berbagai macam bumbu dapur, kemudian ditambah dengan santan encer. Setelah ayam setengah matang kemudian ditambahkan santan kental. Perpaduan ini lah yang kemudian terkenal dengan sebutan Ayam Bumbu Rendatapa.



Sementara Ayam Bakar Ende Flores juga masih termasuk masakan khas Ende, Flores. Proses pembuatannya sama dengan Ayam Bumbu Rendatapa tapi kemudian ayam dibakar. Jadi Ayam Bakar Ende Flores adalah Ayam Bumbu Rendatapa yang dibakar.





Ikan Bakar Ende Flore

Ikan Bakar Ende Flores adalah masakan khas dari Ende Flores yang menggunakan dua macam bumbu dalam pembuatannya. Ikan yang digunakan untuk membuat masakan ini adalah ikan kue. Setelah ikan dibersihkan, ikan direndam dengan bumbu pertamanya yaitu bawang putih, garam, air jeruk nipis, dan mentega. Setelah itu ikan hasil rendaman dibakar dengan menggunakan daun pisang sampai ikan sudah terlihat garing. Setelah itu ikan diangkat dan dibalur dengan bumbu rendata’pa, bumbu khas Flores, kemudian dibakar kembali. Pembakaran dengan dua bumbu ini membuat rasa Ikan menjadi sangat nikmat dan menggoda selera. Menu ini disajikan dengan selada, labu, acar, dan ketimun yang membuat ikan terasa luar biasa.


Wednesday, August 29, 2007

Ikan Kuah Belimbing

Ikan Kuah Belimbing adalah masakan khas Ende Flores dengan bahan dasar Ikan Kakap Merah dan belimbing sayur. Pada proses pembuatannya ikan direndam dahulu dengan menggunakan garam, jeruk nipis, dan bawang putih sehingga mematikan bau amis dan anyirnya. Setelah itu ikan direbus bersama dengan air yang telah ditaruh dengan berbagai macam bumbu dapur dan belimbing sayur. Rasa yang dihasilkan dari Ikan Kakap dan belimbing ini adalah sedikit asam dan pedas, yang pastinya enak dan segar.

Penasaran?